Beasiswa S1 Kemenag Untuk Guru dan Kepala Madrasah Tahun 2014

Berdasarkan Surat Edaran Direktorat Jenderal Pendidikan Islam tanggal 17 Februari 2014 yang menjelaskan bahwa Direktorat Pendidikan Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Tahun Anggaran 2014 menyediakan Bantuan Belajar Untuk Guru Madrasah yang sedang mengikuti perkuliahan S1 dan Bantuan Peningkatan Kompetensi Untuk Kepala Madrasah yang memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.


Bantuan ini nantinya akan disalurkan melalui Perguruan Tinggi yang terakreditasi yang memiliki Mahasiswa yang berasal dari guru madrasah, serta melalui Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LPTK) terakreditasi yang memiliki program studi yang relevan untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Bagi yang berminat dengan beasiswa ini, silahkan download Pedoman, Formulir dan Syarat - syarat pada tombol dibawah ini.


Semoga Bermanfaat..

Petunjuk Teknis BSM Tahun 2014

Salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan akses pendidikan kepada masyarakat khususnya pada siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu adalah digulirkannya program Bantuan Siswa Miskin (BSM). Program BSM adalah bantuan dari pemerintah berupa sejumlah uang tunai yang diberikan secara langsung kepada siswa dari semua Jenjang Pendidikan MI, MTs dan MA yang berasal dari keluarga miskin sesusai dengan kriteria yang telah ditetapkan. 


Penetapan sasaran Program BSM, dari yang semula melalui madrasah, telah diubah menjadi Penetapan Sasaran Berbasis Rumah Tangga melalui pemberian Kartu Perlindungan Sosial (KPS) kepada rumah tangga miskin dan rentan kemiskinan. Selanjutnya rumah tangga yang memiliki anak-anak berusia sekolah, dapat membawa KPS tersebut ke madrasah untuk dicalonkan.

Sebagai penerima manfaat Program BSM, kartu ini diberikan dengan tujuan untuk memperbaiki ketepatan sasaran penerima Program BSM agar menjangkau anak-anak madrasah yang berasal dari rumah tangga miskin dan rentan sesuai kuota dan pagu anggaran yang tersedia.

Bagi yang membutuhkan Petunjuk Teknis Bantuan Siswa Miskin Tahun 2014 yang diterbitkan oleh Direktorat Pendidikan Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia ini, silahkan klik tombol dibawah ini.



Semoga Bermanfaat..


Menaruh Harapan Besar Pada Kurikulum 2013

Berdasarkan Penelitian yang dilakukan Education For All Global Monitoring Report 2012 yang dikeluarkan oleh UNESCO setiap tahunnya, kualitas pendidikan di Indonesia berada di peringkat ke-64 untuk pendidikan di seluruh dunia diukur dari 120 negara. Sedangkan Data Education Development Index (EDI) Indonesia, pada 2011 Indonesia berada di peringkat ke-69 dari 127 negara.

Pemerintah terus berupaya mendongkrak sistem pendidikan negara ini. Beragam metode, model pembelajaran bahkan kurikulum senantiasa di revisi. Sebenarnya sangat ironis bagi Bangsa Indonesia yang sudah memiliki kestabilan ekonomi  dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi sekitar 5 sampai 6 persen, dan oleh Bank Dunia pun sudah ditetapkan sebagai negara dengan pendapatan menengah. Namun sangat disayangkan ternyata bangsa ini gagal dalam sistem pendidikannya.

Munculnya Kurikulum 2013 diharapkan mampu menjadi pendongkrak perubahan pendidikan negara ini, beragam gebrakan baru terus dimunculkan pemerintah untuk merubah peringkat ini, yang semua itu tak lepas dari adopsi negara - negara berkembang lain, seperti Jepang, Finlandia bahkan Amerika Serikat. Salah satunya seperti Pendidikan Berkarakter dan Lesson Studi.


Data pengamat pendidikan dan Komisi Perlindungan Anak 2012 di Indonesia menyebutkan terdapat lebih dari 1,8 juta anak tiap tahun tidak dapat melanjutkan pendidikan, hal ini disebabkan oleh tiga faktor, yaitu ekonomi, kerja usia dini untuk mendukung keluarga dan pernikahan di usia dini.

Kita semua berharap, semoga kurikulum 2013 membawa manfaat dan dampak positif yang signifikan. Bukan sekedar kebijakan pemerintah yang bersumber dari kepentingan pribadi yang menguntungkan beberapa pihak.

Perubahan POS UN 2014

Buat pengunjung yang sudah pernah mendownload POS UN Tahun 2014, berikut ini merupakan Surat Edaran dari BSNP mengenai beberapa Perubahan Isi POS tersebut. Hal ini terjadi sehubungan dengan adanya masukan dari berbagai pihak berkaitan dengan POS UN Tahun Pelajaran 2013/2014

Maka dari itu untuk menjamin kelancaran penyelenggaraan ujian, BSNP telah melakukan beberapa perbaikan dalam POS UN tersebut.

Bagi yang berminat, silahkan klik tombol download dibawah ini.



Semoga Bermanfaat..

Proyek Rahasia Kemenag Ini Perlu Di Hidupkan Kembali

Waktu searching di Google nyari tugas kuliah mengenai perkembangan kurikulum dan perkembangan pendidikan di Indonesia, gak sengaja ketemu postingan ini di salah satu website berita ternama KOMPASIANA. Sedih, haru, gembira dan bangga menjadi satu ketika membaca seluruh isi tulisannya. Dibalik segala musibah yang melanda Kementerian Agama, ternyata ada sisi lain yang patut kita banggakan yang mungkin sebagian besar penduduk Indonesia belum semua mengetahuinya.
Berikut kutipannya...

Proyek Rahasia Kementerian Agama Yang Sukses


Apakah anda pernah mendengar istilah Madrasah Aliyah Progam Khusus (MAPK) atau Apakah anda pernah mendengar istilah Madrasah Aliyah Keagamaan Negeri (MAKN)...???

Plank MAPK Martapura yang telah dibuang oleh pihak sekolah induk, ditemukan menjadi tempat cuci warung sekolah.

Pada dasarnya kedua madrasah ini adalah madrasah yang sama, perubahan nama dari MAPK menjadi MAKN merupakan keputusan menteri Agama belaka.

Mungkin anda pernah mendengar nama Teuku Kemal Pasha, seorang antropolog muda dari Aceh yang sering muncul di televisi atau media, atau anda baru-baru ini pernah membaca novel yang sangat mencerahkan berjudul “Anak-Anak Langit” karangan Mohd Amin MS. Mungkin anda juga kenal salah satu anak muda yang sangat dinantikan analisisnya di Indoensia saat ini, seorang pengamat politik muda bernama Burhanuddin Muhtadi, atau anda pernah mendengar Habiburrahman El-Sirazy, pengarang novel “Ayat-Ayat Cinta” yang sangat terkenal itu. Ada lagi yang saat ini sedang naik daun, beberapa kali muncul dalam wawancara di studio televisi, Norhaidi Hasan jebolan Universitas Utrecht Belanda yang saat ini menjabat sebagai Dekan Fakultas Syariah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ada juga yang samar-samar mulai terdengar seperti Asrorun Ni’am Sholeh yang saat ini menjadi wakil Ketua Komite perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Pusat. Atau jika anda sering mendengar radio (KBR) 68H dalam acara talkshow “Agama dan Masyarakat” yang diasuh Saidiman Ahmad.

Mereka ini adalah sedikit dari sedikit sekali lulusan MAPK/MAKN di seluruh Indonesia , Teuku Kemal Pasha adalah lulusan MAPK/MAKN Aceh, Mohd Amin MS adalah alumni MAPK/MAKN Padang Panjang, Sumatera Barat. Burhanudin Muhtadi dan Habiburahman El-Sirazy adalah lulusan MAPK/MAKN Surakarta Solo, dan Norhaidi Hasan, orang banjar yang lulusan dari MAPK/MAKN Yogyakarta. Asrorun Ni’am Sholeh yang lulusan MAPK/MAKN Jember. Dan Saidiman Ahmad adalah Alumni MAPK/MAKN Makasar.

Bersama yang terhormat Guru kami Almarhum H.Abdul Gani.LC

Sudah pasti banyak yang tidak tahu apa itu MAPK/MAKN, dari namanya saja sudah agak janggal, aneh dan yang pasti asing di telinga banyak orang, seperti mengingatkan kita kepada Kopassus, Komando Pasukan Khusus saja bukan.

Tidak banyak informasi dan catatan yang bisa didapat tentang madrasah khusus ini, dengan pencarian dengan mesin pencari Google pun sangat mengecewakan.

MAPK/MAKN merupakan Madrasah setingkat Aliyah dengan progam dan pelajaran khusus yang berbeda dengan Madrasah Aliyah biasa, digagas dan pertama kali oleh menteri Agama Munawwir Sazali pada akhir tahun 1980-an, pada 1988 proyek MAPK/MAKN dimulai dan untuk tahap pertama, dibuka di lima lokasi ; Padang Panjang, Ciamis, Yogyakarta, Ujung Pandang, dan Jember. Selanjutnya, MAPK ditambah di lima kota lagi, yaitu di Banda Aceh, Lampung, Solo, (Martapura) Banjarmasin, dan Mataram.

Tidak seperti sekolah milik kementerian lainnya, seperti SMA Taruna atau Pelayaran atau Pertanian yang sangat terkenal dan eksis sampai sekarang, MAPK justru sangat asing. Maka dengan tidak banyaknya data dan informasi data serta tidak populer Madrasah ini di tengah-tengah Masyarakat, saya memberanikan diri untuk menyebutnya sebuah Proyek Rahasia Kementerian Agama.

Walaupun bukan sekolah kedinasan Milik Kementerian Agama, namun lulusannya dijanjikan dua hal, pertama bisa langsung menjadi pegawai negeri di Kementerian Agama atau kuliah di seluruh perguruan tinggi milik Kementerian Agama tanpa test masuk atau uang pendaftaran dan berhak memilih jurusan yang mereka inginkan.

Apa yang berbeda dengan MAPK/MAKN ini? Menurut kabar berita, MAPK/MAKN merupakan Proyek Pretisius (Prestise = Prestasi atau Kemampuan Seseorang) Munawwir Sazali sebagai Menteri Agama waktu itu. Dengan cita-cita membentuk generasi baru untuk dipersiapkan menjadi pegawai Kementerian Agama yang lebih propesial dan berwawasan luas serta moderat agar mampu memahami perbedaan pemikiran keagamaan di tengah-tengah masyarakat sehingga bisa mewarnai berbagai wacana perkembangan bangsa dan Negara.

MAPK pun di bentuk berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 73 Tahun 1987, siswa MAPK/MAKN di beri banyak fasilitas seperti Asrama dan Perpustakaan Kitab Kuning, para siswanya diberi uang saku yang pada saat itu dirasa sangat besar, namun semua fasilitas tersebut juga berbanding lurus dengan progam belajar yang sangat padat dan melelahkan.

Tiap Madrasah ini setiap tahun hanya menerima 35-40 siswa, semuanya adalah siswa laki-laki, kecuali di Ciamis dan Padang Panjang dan Surakarta Solo yang menyediakan kelas khusus perempuan. Calon siswa dijaring melalui seleksi yang sangat ketat, siswa diambil dari madrasah tsanawiyah atau pesantren modern. Dengan mata pelajaran Agama 70% dan pejaran umum 30% menjadikan madrasah ini sangat fokus terhadap pembentukan intelektual keagamaan.

Tidak ada hari libur bagi siswa Madrasah ini, kegiatan di mulai dari waktu subuh dan di akhiri pada pukul sepuluh malam, ketika siang hari mereka mengikuti pelajaran agama biasa dengan buku-buku berbahasa arab gundul, kemudian sehabis ashar di lanjutkan dengan toturial sore dengan mata pelajaran kitab-kitab kuning, setelah itu kegiatan malam dari waktu magrib sampai sehabis isya dan dilanjut tutur dari jam setengah sembilan malam sampai jam sepuluh malam, begitu setiap hari kecuali minggu siang, namun minggu siang pun biasanya di isi dengan berbagai kegiatan. Madrasah ini menggunakan tradisi disiplin yang ketat.

Sekolah ini sering juga disebut dengan nama Pesantren Negeri, karena memang mata pelajaran dan kehidupan mereka dimadrasah yang berasrama sangat mirip dengan pelajaran pesantren, dengan kitab-kitab berbahasa Arab gundul.

Alumni madrasah ini di seluruh Indonesia diperkirakan tidak sampai 5.000 orang, dengan diaspora pendidikan yang sangat luas baik di dalam maupun diluar negeri, ratusan orang dari mereka mengambil kuliah di Timur Tengah, banyak dari mereka juga yang mengambil Master dan Doktor di Eropa, Amerika maupun Australia. Salah satu data yang penulis bisa dapatkan, seperti alumni MAPK/MAKN Martapura Kalimantan Selatan yang diperkirakan hanya sekitar 500 orang, ratusan orang dari mereka bergelar S2 dan puluhan orang sudah bergelar doktor atau sedang mengambil studi doktor, alumni madrasah ini adalah satu-satunya sekolah yang berhasil menghasilkan doktor dan calon doktor didalam dan luar negeri hampir puluhan orang dengan rata-rata dibawah umur 35 tahun diseluruh Pulau Kalimantan. Saat ini pencapaian gelar S3 ini terus bertambah. Hal seperti ini juga terjadi di seluruh MAPK/MAKN se Indonesia.

MAPK/MAKN merupakan proyek Kementerian Agama yang sangat berhasil dalam membentuk generasi baru dunia intelektual sosial keagamaan di negeri ini, sayangnya MAPK/MAKN telah dihapuskan secara resmi oleh Kementerian Agama beberapa tahun yang lalu tanpa alasan yang jelas, yang dapat bertahan sampai saat ini adalah MAPK Surakarta Solo.

Para alumni MAPK/MAKN pun masih sering mengadakan reuni, meski masih dalam skala sekolah masing-masing, meski sebenarnya akan sangat bagus jika ada satu organisasi untuk menaungi seluruh ikatan alumni MAPK/MAKN seluruh Indonesia.

Menurut catatan kawan, yang menarik dari alumni MAPK/MAKN ini adalah meskipun mereka sering dinilai sebagai orang pintar, banyak dari mereka bergelar S2 dan S3 tapi mereka tidak akur, jika saja mereka akur, mereka pasti bisa mempengaruhi Kementerian Agama dimana lulusannya banyak bekerja disana. Dan salah satu keinginan pendiri MAPK/MAKN agar lulusan madrasah ini bisa memberi warna di Kementerian Agama bisa terwujud, sayangnya cita-cita ini masih jauh Api dari Panggang.

Seperti dikemukakan diatas, MAPK/MAKN memang sangat asing ditelinga banyak orang, dan hal ini juga diperparah dengan dengan jaringan Alumni mereka yang juga sangat dingin dan tidak agresif. Konsolidasi antar mereka sangat lemah. Kita tidak bisa menyamakan dengan konsulidasi alumni mereka seperti alumni sekolah lain, sebut saja SMA Taruna yang terkenal itu, meski pun antara SMA Taruna dan MAPK/MAKN hampir bisa dikatakan masih seumur tapi beda bapak ibu saja..

Saya tidak salah bukan menyebut bahwa proyek MAPK/MAKN merupakan proyek Kementerian Agama Yang Sukses? Yang mana dampaknya bisa kita rasakan saat ini.

Jika anda tidak keberatan, boleh lah tulisan ini untuk dishare kemanapun anda suka, agar bisa terbaca oleh para Alumni MAPK/MAKN yang sedang diam itu.

Semoga Kementerian Agama Bisa Menjadi Lebih Baik…

Terimakasih artikelnya Mas Alfi..
Semoga Bermanfaat...